MULAILAH SEGALA AKTIFITAS ANDA DGN BISMILLAH, KLIK http://id-id.facebook.com/qasimsaguni

Ya Allah sampaikanlah rinduku padanya

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.(QS.3 : 96) .

Makkah Al Mukarramah

Ahli Kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitulmakdis, oleh karena itu Allah membantahnya.

Rabu, 22 Januari 2014

Tadabbur Surat Adz-Dzumar (39) ayat 71-73 (Menemukan Hikmah Kata Waw)


وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا بَلَى وَلَكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ
Dan orang-orang kafir digiring ke neraka jahannam secara berombongan, hingga ketika mereka sampai di depan pintu jahanam, dibukakan pintu-pintunya” (az Zumar 71)

قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya" Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
(QS: Az-Zumar Ayat: 72)

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ
“Dan orang-orang yang bertakwa dibawa menuju syurga secara berombongan, hingga ketika mereka sampai di depan pintu syurga DAN dibukakan pintu-pintu syurga” (az Zumar 73)

Ada hal yang menarik dari ayat 71 dan ayat 73  di atas, perhatikan dengan baik, terhadap orang-orang kafir Allah berfirman …. حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَاperhatikan, di depan kata “futihat abwabuha” tanpa kata “waw” sedangkan terhadap orang-orang bertaqwa Allah berfirman …. حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا ada tambahan kata “waw”. Sepintas mungkin kita menganggap hal ini sepele dan tidak penting, namun bagi Allah Ta’ala, hal ini memiliki makna, mari simak penjelasan Syekh Abdurrahman As Sa’dy dalam kitab tafsirnya “Taysiru Al-Karimi Al-Rahmani Fi Tafsiri Kalaami Al-Mannan” :

Hal ini adalah isyarat bahwa penduduk neraka, ketika digiring menuju pintu neraka dan sampai di hadapannya, maka pintu neraka itu langsung dibuka di hadapan mereka tanpa harus menunggu lama. Agar ketika mereka sampai di pintu neraka, wajah mereka langsung melihat dan merasakan betapa panasnya api neraka dan betapa kerasnya siksaan Allah. “

Adapun syurga, merupakan tempat yang tinggi dan mulia yang tidak sembarang orang bisa mendapatkannya dan sampai kepadanya. Hanya mereka yang datang dengan “wasail” ( hal yang bisa mengantarkan ke syurgalah) yang akan mendapatkannya. Oleh karena itu, calon penduduk syurga ini membutuhkan syafaat yang paling mulia untuk masuk ke dalamnya. Pintu syurga ini tidak langsung dibuka begitu calon penghuninya sampai di hadapannya. Tapi mereka sebelumnya memohon syafaat Allah melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, sampai ketika Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan syafaat, maka Allah pun memberikan syafaatNya dan terbukalah pintunya.” (Tafsir As- Sa’di, surat Adz-Dzumar: 71-73).

Syekh Al Utsaimin dalam Syarah Aqidah Wasathiyyah menjelaskan bahwa sebenarnya ada kalimat yang tdk disebutkan setelah kata “waw” yang maknanya kurang lebih adalah “lalu terjadilah syafaat”. Dan syafaat itu hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memohonkan syafaat karena beliau adalah orang yang pertama masuk syurga dan diberi hak untuk memohonkan syafaat pada Allah Ta’ala. Dalam hadits dari Anas bin Malik dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ
"Saya mendatangi pintu syurga pada hari kiamat, lalu saya meminta dibukakan. Lalu seorang penjaga (Malaikat) bertanya, 'Siapa kamu? ' Maka aku menjawab, 'Muhammad'. Lalu ia berkata, "Khusus untukmu, aku diperintahkan untuk tidak membukakan pintu untuk siapapun, sebelum kamu masuk." (HR. MUSLIM – No.292- dicopy dari Maktabah Al-Kubro).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata “Waw” sebelum kata “futihat” di ayat 73 bukanlah hal yang sepele dan assesoris belaka. Tapi memiliki makna yang sangat penting dan dibalik itu merupakan kebutuhan setiap orang yang beriman.
SEMOGA YG MENULIS DAN MEMBACA TULISAN INI MENDAPATKAN SYAFAATNYA.

RESPON MANUSIA TERHADAP BENCANA



  • Golongan Pertama:
  1. Hanya fenomena alam biasa; siklus alam 10 tahunan, 4 tahunan, dll
  2. Krn kelemahan bahan, karena tdk ramah dengan alam (penebangan pohon secara liar, menggunduli hutan dan gunung)
  3. Tdk ada hubungannya dengan dosa dan maksiyat
  •  Golongan Kedua:
          Penyebab utama bencana adalah karena merebaknya dosa dan maksiyat;
- Bukan rahasia lagi, pesta malam tahun baru banyak menyisakan sampah kondom, langit-langit tempat menetapnya malaikat digedor dgn petasan dan kembang api, subuhnya banyak yg terlambat bangun shg tdk lagi meunaikan shalat shubuh.
- Bbrp org Muslim rajin ziyarah dgn keluarganya sementara ia bertetangga dgn “Yang Menciptakan dan memberinya berbagai rezki” tapi sgt jarang berziyarah kecuali hari jum’at
- Bbrp org Muslim transaksi keuangannya dipenuhi dengan RIBA.

Golongan Pertama inilah yang sibuk membenahi infrastruktur tapi lupa membenahi iman dan moral masyarakat.

Mari renungkan pesan-pesan mulia di bawah ini:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ 

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(Q.S. Al-Ankabut / 29 : 40)

Dari Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau bersabda: 
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ ….

"Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia duduk di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya .….(dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”.(HR. Bukhari, no.5833 dan HR. at-Tirmidzi, no. 2497 dan dishahîhkan oleh al-Albâni -rahimahullâh- copas dari aplikasi Maktabah Al-Kubro)

Note: Bagi yang ingin menyampaikan dalam khutbah Jum'at, silahkan download di sini

Selasa, 24 April 2012

Kedudukan dan Urgensi Kesehatan Rohani dalam Islam

Dalam ajaran Islam, kesehatan rohani memiliki kedudukan yang sangat agung dan urgensi yang tidak bisa dianggap remeh. Betapa tidak, sehatnya rohani akan memberikan pengaruh pada kesehatan jasmani, sebagai contoh seseorang yang rohaninya mengalami kegelisahan, maka biasanya akan berpengaruh pada menurunnya nafsu makan, ketika nafsu makan berkurang biasanya fisik menjadi kurus, selanjutnya tubuh menjadi lemah dan dalam kondisi seperti ini akan mudah terjangkiti penyakit-penyakit jasmani lainnya. Bahkan kecendrungan akhir-akhir ini di Indonesia, kasus bunuh diri makin meningkat, yang salah satu penyebab utamanya adalah krisis rohani. Muhammad Hasan Aydid, menyebutkan bahwa salah satu penyebab terjadinya penyakit jasmani pada manusia adalah gangguan pikiran/kejiwaan (psikosomatik). Gangguan pikiran merupakan salah satu indikasi orang yang mengalami gangguan kesehatan rohani.

Jumat, 20 April 2012

Fawaid dari Negeri Sakura


 
"Tahaadduu Tahaabbuu"  hendaklah kalian saling memberi hadiah maka kalian akan saling mencintai. Demikian hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Salallam. 
File ini (ppt) merupakan hadiah tanda ukhuwah saya buat antum anda semua. Hadiah berupa oleh-oleh dari negeri Sakura yang alhamdulillah penulis mendapatkan undangan dari Kedubes Jepang dalam paket program "Kunjungan Pimpinan Pesantren se Indonesia" yang berlangsung dari tanggal 25 januari sampai tanggal 4 februari 2012. 
Hikmah ijabiyah bermakna pelajaran-pelajaran positif sedangkan hikmah salbiyah bermakna pelajaran-pelajaran negatif. Masyarakat Jepang adalah sekumpulan manusia ciptaan Allah Subhanahu Wata'ala yang tidak terlepas dari kodratnya bisa "positif" dan bisa salah. Hal-hal yang positif adalah khazanah Islam yang mungkin telah hilang dari kaum Muslimin, karena itu kaum Muslimin memiliki hak untuk mengambil kembali dan menerapkannya. Adapun hal-hal yang negatif pada masyarakat jepang merupakan kelebihan dan keutamaan umat Islam yang harus dipertahankan. Silahkan unduh di sini bismillah.
Agar font Jepangnya terbaca unduh di sini
 

HOMESTAY DI HIROSHIMA

LEBIH DEKAT DENGAN BUDAYA KELUARGA MASYARAKAT JEPANG
(Catatan Program Kunjungan Pemimpin Pesantren Ke Jepang 24 Januari sd 4 Februari 2012)

Oleh: Muh. Kasim Saguni
(Utusan Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah - Makassar)

Kota Hiroshima merupakan salah satu kota di Jepang yang sangat terkenal dalam sejarah dunia karena di kota itulah dijatuhkan bom atom oleh Amerika Serikat dan sekutunya dalam bagian dari episode perang dunia II tepatnya tanggal tanggal 6 Agustus 1945. Peristiwa tersebut menelan korban jiwa tidak kurang dari 140.000 orang dan berbagai kurusakan lainnya yang lebih dahsyat dibanding bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki.
Kota Hiroshima dalam struktur georafis kenegaraan jepang adalah ibukota dari Prefektur Hiroshima (semacam pfovinsi di Indonesia) yang terletak di pulau Honshu. berbatasan dengan Prefektur Shimane dan Prefektur Tottori di utara, Prefektur Okayama di timur, Prefektur Ehime di selatan, dan Prefektur Yamaguchi di barat. Memiliki sekitar 140 pulau kecil di perairan antara pulau Honshu dan pulau Shikoku yaitu laut pedalaman Seto dengan luas area 8.476,95 km2 dan berpenduduk sekitar 2,8 juta jiwa. Hiroshima tumbuh dan berkembang sebagai kota pariwisata, bisnis, dan ekonomi. Kota Hiroshima juga terkenal dengan kuil Itsukushima yang berada di pulau Miyajima, sebuah tempat budaya yang didirikan lebih dari 1400 tahun yang lalu dan  banyak dikunjungi oleh wisatawan asing dan domestik.